Posted on January 20th, 2009 in Windows, network by kusprayitna
Dengan komputer notebook Toshiba Portage 2000 yang termasuk notebook lama dan tidak ada external CD/DVD dan tidak bisa booting via USB disk, maka kemungkinan untuk melakukan install ulang sistem operasi yaitu melakukan booting dari jaringan.
Disini dipersiapkan untuk melakukan instalasi windows di notebook.
Beberapa hal yang perlu disiapkan yaitu :
1. Komputer host sebagai server
2. PXE server
3. Image file untuk booting
4. Kabel UTP atau LAN
Tahapan yang dilakukan yaitu :
1. Siapkan komputer host, yaitu komputer desktop kerja
2. Install PXE server software
PXE server software yang dibutuhkan disini yaitu mempunyai fitur :
a. DHCP server, agar komputer yang akan booting di LAN mendapatkan IP otomatis
b. Bisa melakukan booting melalui LAN
Software yang dipakai yaitu tftpd32 yang dapat didownload di http://tftpd32.jounin.net atau langsung file berikut http://www.jounin.net/download/tftpd32.329.zip
Lakukan berikut ini:
a. Download file tersebt diatas
b. extract semua file di c:\pxeserver
3. Download image file
Image file yang diperlukan disini yaitu bertujuan agar komputer dapat booting di DOS dengan fasilitas jaringan aktif.
File image dapat didownload di NU2, yaitu “BFD full package v1.0.7.zip” dengan alamat website http://www.nu2.nu/bootdisk/network/
Lakukan berikut ini :
a. extract file di folder c:\pxeserver\image
b. buat image dengan cara berikut ini:
- cd c:\pxeserver\image
- bfd -i c:\pxeserver\bfd.imz -t 144 msnet target a:
c. akan diperoleh file image di c:\pxeserver\bfd.imz dengan ukuran 1,44 Mb
4. Setup PXE server
a. jalankan program c:\pxeserver\tftpd32.exe
b. Pilih tabulasi DHCP server, dan isikan variabel DHCP server, misal :
- Current direktori : sesuai tempat install
- alamat komputer : 192.168.7.12
- alamat DHCP yang diinginkan mulai dari 192.168.7.200 sebanyak 5 alamat (7.200 - 7.204)
- Boot file diisi dengan : pxelinux.0
- DNS server : dikosongkan (0.0.0.0)
- Router dan network mask diisi sesuai dengan parameter jaringan.
- klik tombol save agar tersimpan setupnya
c. Seting tftpd32
- klik tombol settings
- Pastikan isi base direktori adalah “.”
- Isian lainnya adalah default
5. Setup untuk booting otomatis
a. Download file kernel dari syslinux, url yaitu : http://www.kernel.org/pub/linux/utils/boot/syslinux/ pilih file syslinux-2.10.zip
b. Extract file tersebut dan pilih file “pxelinux.0″ dan copy ke c:\pxeserver
c. Di folder hasil extract diatas, pilih subfolder memdisk dan pilih file “memdisk”, copy file tersebut ke c:\pxeserver
d. Buat folder “c:\pxeserver\pxelinux.cfg”
e. Buat file “c:\pxeserver\pxelinux.fcg\default” dan edit dengan text editor (notepad) dan isikan dengan text berikut :
default boot
prompt 0
say booting…
label boot
kernel memdisk
append initrd=bfd.imz
6. Sambungkan komputer notebook portage 2000 ke LAN dan booting pilih lewat PXE / LAN
- Pilih konfigurasi AUTO saja jika tidak tahu banyak tetang setup jaringan
Selamat mencoba dan semoga berhasil
Perintah External
Perintah External
Perintah External (External Command) Perintah - perintah yang memerlukan suatu file untuk memproses perintah tersebut. Dibawah ini akan dibahas beberapa contoh perintah external ;
1. CHKDSK
Bentuk:
CHKDSK (drive:) ((path)filename) (/F) (/V)
Perintah ini digunakan untuk menampilkan status dari disk,kesalahan yang ditemukan pada FAT(file system), keutuhan dari file dan disk,menampilkan total memory yang masih tersedia,melihat sistemnya serta dapat juga memperbaikinya bila ada kesalahan. Jika CHKDSK menjumpai adanya error maka akan memberikan pesan untuk tindak lanjutnya.
Parameter
• /F :digunakan untuk memperbaiki kesalahan pada disk.
• /V :digunakan untuk menampilkan setiap file di setiap directory
Instruksi CHKDSK hanya akan mengenal kesalahan fisik. Sehingga jika terjadi kesalahan/error Cross-Linked CHKDSK tidak dapat memperbaiki kesalahan atau error tersebut.
Gambar CHKDSK
2. DISKCOPY
Digunakan untuk membuat salinan disket.dalam DOS Versi 6.X. Perintah ini bisa
digunakan untuk menyalin satu sumber ke sumber lainnya
Bentuk Umum:
DISKCOPY (drive1:drive2:))(/1(/V) Switches
• /1 :menyaliln hanya pada satu bagian saja.
• /V :menguji file yang telah disalin.
Contoh:
A:diskcopy A: A:
Mengkopy dari drive sumber A: ke A:
A:diskcopy A: B:
Mengkopi sumber A: ke B:
Note:
Instruksi diskcopy hanya dapat digunakan pada floppy disk. Diskcopy tidak bisa
digunakan untuk mengkopy dari dan ke harddisk.
3. FDISK
Fdisk digunakan untuk mengetahui informasi tentang partisi harddisk yang dimiliki serta dapat juga melakukan:
• Membuat partisi dan drive Logical (Logical Drive).
• Mengatur partisi yang aktif.
• Menghapus partisi dan logical drive.
Bentuk Umum:
FDISK/STATUS/MBR
Keterangan :
• /status : Untuk menampilkan informasi tentang partisi dari system komputer kita.
• /mbr : Master Boot Record parameter ini bisa ditambahkan jika kita ingin memformat hard disk yang terinfeksi Virus boot record.
Jika menggunakan FDISK maka data pada partisi yang akan diubah akan hilang jadi backuplah terlebih dahulu
Menu Utama FDISK pada DOS 6.22
Dari Gambar diatas terdapat 4 Opsi yang disediakan oleh FDISK:
1. Create DOS Partition or Logical drive,berfungsi untuk membuat partisi DOS atau drive Logical DOS.
2. Set Active partition, berfungsi untuk mengatur partisi yang akan diaktifkan.
3. Delete partition or Logical drive,berfungsi untuk menghapus partisi DOS atau Logical Drive.
4. Display partition information,berfungsi untuk menampilkan informasi tentang partisi.
4. FORMAT
Bentuk Umum:
FORMAT drive:[/V[:Label]][/Q][/F:size][/B][/S]
FORMAT drive:[/V[:Label]][/Q][/U][/T:tracks/N:sector][/B|s]
FORMAT drive:[/Q][/U][/1][/4][/8][/B|S][/BACKUP]
• /V :Menentukan Volume Label sebagai Identitas disk Panjang character <=11
• /Q :Memformat Drive dengan cepet (Quick).
• /U :cara ini digunakan untuk hardisk yang sering mengalami kesalahan baca dan tulis
• /F:size :menentukan kapasitas disk yang akan di format.
• /B :memberikan cadangan tempat untuk system operasi seperti IO.SYS dan
• MSDOS.SYS pada disk yang baru di format.
• /S :menyalin system operasi seperti file IO.SYS dan MSDOS.SYS dan
• Command.Com dari system yang memiliki drive startup.
• /T:tracks :menentukan jumlah tracks
• /N:sector :menentukan jumlah sector per track operator /N digunakan bersama /T
• tetapi tidak dapat digunakan bersam /F.
• /1 :memformat pada satu sisi dari floppy disk.
• /4 :memformat disket 51/4 inch
• /8 :memformat disket 5 ¼ inch dengan 8sector per track.
5. SCANDISK
Bentuk Umum:
SCANDISK[drive:][drive:][/all][checkonly|autofix[/nosave]|custom][/surface][/mono][/nosummary][/fragment][/undo]
Keterangan:
Drive :berisi drive yang akan dicheck
• /AUTOFIX :digunakan untuk mengecek dan memperbaiki jika ada kerusakan tanpa meminta konfirmasi dari kita untuk memperbaiki atau tidak.
• /ALL :digunakan untuk menecek dan memperbaiki semua local drive
• /CHECKONLY:digunakan untuk mengecek drive tanpa perbaikan.
• /CUSTOM :digunakan untuk menjalankan scandisk dengan menggunakan konfigurasi dari file scandisk.ini
• /MONO :digunakan jika kita menggunakan monitor monochrome.
• /NOSAVE :digunakan untuk menghapus cluster yang rusak jika ditemukan tanpa merekam data.
• /NOSUMARRY:digunakan untuk tampilkan hasil output tanpa full screen untuk setiap kali pengecekan.
• /SURFACE :aotomatis cek permukaan disk sebelum mengecek lainnya.
• /UNDO :untuk membatalkan proses scandisk.
• /FRAGMENT :untuk mengecak file yang sudah didefragmentasi.
Contoh:
A:\>scandisk c:
Artinya mengecek drive c
C:\scandisk /all
Artinya mengecek semua drive yang ada.
6. XCOPY
Bentuk Umum:
XCOPY SUMBER [DESTINATION] [/Y|-Y] [/A|/M] [/D:DATE] [/P] [/S] [/E] [/V][/W]
Keterangan :
DESTINATION diisi dengan subdir letak file secara lengkap.
• /Y :Untuk tidak menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
• /-Y :Untuk menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
• /A :Menyalin hanya pada file yang berattribut archieve(arsip).
• /M :Menyalin file yang telah diberi attribute archieve.Switch ini berbeda dengan /A karena Switch /M merubah attribute file asal.
• /D :date menyalin hanya file yang dimodivikasi pada tanggal yang telah dispesifikasikan.
• /P :digunakan agar MS-DOS menanyakan terlebih dahulu setiap aktifitas XCOPY.
• /S :Menyalin suatu diraktori berikut seluruh file dan subdirektori didalamnya. Kecuali direktori kosong.
• /E :Digunakan bersama switch /S yang fungsinya untuk menyalin suatu direktori berikut sub-sub directory didalamnya termasuk direktori yang kosong.
• /V :untuk memeriksa setiap file yang disalinkan tersebut sama dengan file asal.
• /W :Digunakan agar MS-DOS menampilkan pesan-pesan terlebih dahulu dan menanyakan tindakan selanjutnya,sebelum xccopy menyalin file-file tersebut.
Contoh:
A:\>xcopy a: c: /s/e
Untuk menyalin file-file dari A: ke C: termasuk termasuk subdirektori kosong.
Proses pengkopian sukses sebanyak 40 file yang di copy ke C:
7.
Fungsi : Membandingkan isi dua buah file atau lebih guna
COMP
Perintah External (External Command) Perintah - perintah yang memerlukan suatu file untuk memproses perintah tersebut. Dibawah ini akan dibahas beberapa contoh perintah external ;
1. CHKDSK
Bentuk:
CHKDSK (drive:) ((path)filename) (/F) (/V)
Perintah ini digunakan untuk menampilkan status dari disk,kesalahan yang ditemukan pada FAT(file system), keutuhan dari file dan disk,menampilkan total memory yang masih tersedia,melihat sistemnya serta dapat juga memperbaikinya bila ada kesalahan. Jika CHKDSK menjumpai adanya error maka akan memberikan pesan untuk tindak lanjutnya.
Parameter
• /F :digunakan untuk memperbaiki kesalahan pada disk.
• /V :digunakan untuk menampilkan setiap file di setiap directory
Instruksi CHKDSK hanya akan mengenal kesalahan fisik. Sehingga jika terjadi kesalahan/error Cross-Linked CHKDSK tidak dapat memperbaiki kesalahan atau error tersebut.
Gambar CHKDSK
2. DISKCOPY
Digunakan untuk membuat salinan disket.dalam DOS Versi 6.X. Perintah ini bisa
digunakan untuk menyalin satu sumber ke sumber lainnya
Bentuk Umum:
DISKCOPY (drive1:drive2:))(/1(/V) Switches
• /1 :menyaliln hanya pada satu bagian saja.
• /V :menguji file yang telah disalin.
Contoh:
A:diskcopy A: A:
Mengkopy dari drive sumber A: ke A:
A:diskcopy A: B:
Mengkopi sumber A: ke B:
Note:
Instruksi diskcopy hanya dapat digunakan pada floppy disk. Diskcopy tidak bisa
digunakan untuk mengkopy dari dan ke harddisk.
3. FDISK
Fdisk digunakan untuk mengetahui informasi tentang partisi harddisk yang dimiliki serta dapat juga melakukan:
• Membuat partisi dan drive Logical (Logical Drive).
• Mengatur partisi yang aktif.
• Menghapus partisi dan logical drive.
Bentuk Umum:
FDISK/STATUS/MBR
Keterangan :
• /status : Untuk menampilkan informasi tentang partisi dari system komputer kita.
• /mbr : Master Boot Record parameter ini bisa ditambahkan jika kita ingin memformat hard disk yang terinfeksi Virus boot record.
Jika menggunakan FDISK maka data pada partisi yang akan diubah akan hilang jadi backuplah terlebih dahulu
Menu Utama FDISK pada DOS 6.22
Dari Gambar diatas terdapat 4 Opsi yang disediakan oleh FDISK:
1. Create DOS Partition or Logical drive,berfungsi untuk membuat partisi DOS atau drive Logical DOS.
2. Set Active partition, berfungsi untuk mengatur partisi yang akan diaktifkan.
3. Delete partition or Logical drive,berfungsi untuk menghapus partisi DOS atau Logical Drive.
4. Display partition information,berfungsi untuk menampilkan informasi tentang partisi.
4. FORMAT
Bentuk Umum:
FORMAT drive:[/V[:Label]][/Q][/F:size][/B][/S]
FORMAT drive:[/V[:Label]][/Q][/U][/T:tracks/N:sector][/B|s]
FORMAT drive:[/Q][/U][/1][/4][/8][/B|S][/BACKUP]
• /V :Menentukan Volume Label sebagai Identitas disk Panjang character <=11
• /Q :Memformat Drive dengan cepet (Quick).
• /U :cara ini digunakan untuk hardisk yang sering mengalami kesalahan baca dan tulis
• /F:size :menentukan kapasitas disk yang akan di format.
• /B :memberikan cadangan tempat untuk system operasi seperti IO.SYS dan
• MSDOS.SYS pada disk yang baru di format.
• /S :menyalin system operasi seperti file IO.SYS dan MSDOS.SYS dan
• Command.Com dari system yang memiliki drive startup.
• /T:tracks :menentukan jumlah tracks
• /N:sector :menentukan jumlah sector per track operator /N digunakan bersama /T
• tetapi tidak dapat digunakan bersam /F.
• /1 :memformat pada satu sisi dari floppy disk.
• /4 :memformat disket 51/4 inch
• /8 :memformat disket 5 ¼ inch dengan 8sector per track.
5. SCANDISK
Bentuk Umum:
SCANDISK[drive:][drive:][/all][checkonly|autofix[/nosave]|custom][/surface][/mono][/nosummary][/fragment][/undo]
Keterangan:
Drive :berisi drive yang akan dicheck
• /AUTOFIX :digunakan untuk mengecek dan memperbaiki jika ada kerusakan tanpa meminta konfirmasi dari kita untuk memperbaiki atau tidak.
• /ALL :digunakan untuk menecek dan memperbaiki semua local drive
• /CHECKONLY:digunakan untuk mengecek drive tanpa perbaikan.
• /CUSTOM :digunakan untuk menjalankan scandisk dengan menggunakan konfigurasi dari file scandisk.ini
• /MONO :digunakan jika kita menggunakan monitor monochrome.
• /NOSAVE :digunakan untuk menghapus cluster yang rusak jika ditemukan tanpa merekam data.
• /NOSUMARRY:digunakan untuk tampilkan hasil output tanpa full screen untuk setiap kali pengecekan.
• /SURFACE :aotomatis cek permukaan disk sebelum mengecek lainnya.
• /UNDO :untuk membatalkan proses scandisk.
• /FRAGMENT :untuk mengecak file yang sudah didefragmentasi.
Contoh:
A:\>scandisk c:
Artinya mengecek drive c
C:\scandisk /all
Artinya mengecek semua drive yang ada.
6. XCOPY
Bentuk Umum:
XCOPY SUMBER [DESTINATION] [/Y|-Y] [/A|/M] [/D:DATE] [/P] [/S] [/E] [/V][/W]
Keterangan :
DESTINATION diisi dengan subdir letak file secara lengkap.
• /Y :Untuk tidak menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
• /-Y :Untuk menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
• /A :Menyalin hanya pada file yang berattribut archieve(arsip).
• /M :Menyalin file yang telah diberi attribute archieve.Switch ini berbeda dengan /A karena Switch /M merubah attribute file asal.
• /D :date menyalin hanya file yang dimodivikasi pada tanggal yang telah dispesifikasikan.
• /P :digunakan agar MS-DOS menanyakan terlebih dahulu setiap aktifitas XCOPY.
• /S :Menyalin suatu diraktori berikut seluruh file dan subdirektori didalamnya. Kecuali direktori kosong.
• /E :Digunakan bersama switch /S yang fungsinya untuk menyalin suatu direktori berikut sub-sub directory didalamnya termasuk direktori yang kosong.
• /V :untuk memeriksa setiap file yang disalinkan tersebut sama dengan file asal.
• /W :Digunakan agar MS-DOS menampilkan pesan-pesan terlebih dahulu dan menanyakan tindakan selanjutnya,sebelum xccopy menyalin file-file tersebut.
Contoh:
A:\>xcopy a: c: /s/e
Untuk menyalin file-file dari A: ke C: termasuk termasuk subdirektori kosong.
Proses pengkopian sukses sebanyak 40 file yang di copy ke C:
7.
Fungsi : Membandingkan isi dua buah file atau lebih guna
COMP
Membuat komputer/notebook booting dari jaringan dengan PXE
Dengan komputer notebook Toshiba Portage 2000 yang termasuk notebook lama dan tidak ada external CD/DVD dan tidak bisa booting via USB disk, maka kemungkinan untuk melakukan install ulang sistem operasi yaitu melakukan booting dari jaringan.
Disini dipersiapkan untuk melakukan instalasi windows di notebook.
Beberapa hal yang perlu disiapkan yaitu :
- Komputer host sebagai server
- PXE server
- Image file untuk booting
- Kabel UTP atau LAN
Tahapan yang dilakukan yaitu :
- Siapkan komputer host, yaitu komputer desktop kerja
- Install PXE server software
PXE server software yang dibutuhkan disini yaitu mempunyai fitur :
a. DHCP server, agar komputer yang akan booting di LAN mendapatkan IP otomatis
b. Bisa melakukan booting melalui LAN
Software yang dipakai yaitu tftpd32 yang dapat didownload di http://tftpd32.jounin.net atau langsung file berikut http://www.jounin.net/download/tftpd32.329.zip
Lakukan berikut ini:
a. Download file tersebt diatas
b. extract semua file di c:\pxeserver - Download image file
Image file yang diperlukan disini yaitu bertujuan agar komputer dapat booting di DOS dengan fasilitas jaringan aktif.
File image dapat didownload di NU2, yaitu “BFD full package v1.0.7.zip” dengan alamat website http://www.nu2.nu/bootdisk/network/
Lakukan berikut ini :
a. extract file di folder c:\pxeserver\image
b. buat image dengan cara berikut ini:
- cd c:\pxeserver\image
- bfd -i c:\pxeserver\bfd.imz -t 144 msnet target a:
c. akan diperoleh file image di c:\pxeserver\bfd.imz dengan ukuran 1,44 Mb - Setup PXE server
a. jalankan program c:\pxeserver\tftpd32.exe
b. Pilih tabulasi DHCP server, dan isikan variabel DHCP server, misal :
- Current direktori : sesuai tempat install
- alamat komputer : 192.168.7.12
- alamat DHCP yang diinginkan mulai dari 192.168.7.200 sebanyak 5 alamat (7.200 - 7.204)
- Boot file diisi dengan : pxelinux.0
- DNS server : dikosongkan (0.0.0.0)
- Router dan network mask diisi sesuai dengan parameter jaringan.
- klik tombol save agar tersimpan setupnya
c. Seting tftpd32
- klik tombol settings
- Pastikan isi base direktori adalah “.”
- Isian lainnya adalah default
- Setup untuk booting otomatis
a. Download file kernel dari syslinux, url yaitu : http://www.kernel.org/pub/linux/utils/boot/syslinux/ pilih file syslinux-2.10.zip
b. Extract file tersebut dan pilih file “pxelinux.0″ dan copy ke c:\pxeserver
c. Di folder hasil extract diatas, pilih subfolder memdisk dan pilih file “memdisk”, copy file tersebut ke c:\pxeserver
d. Buat folder “c:\pxeserver\pxelinux.cfg”
e. Buat file “c:\pxeserver\pxelinux.fcg\default” dan edit dengan text editor (notepad) dan isikan dengan text berikut :default boot
prompt 0
say booting…
label boot
kernel memdisk
append initrd=bfd.imz - Sambungkan komputer notebook portage 2000 ke LAN dan booting pilih lewat PXE / LAN
- Pilih konfigurasi AUTO saja jika tidak tahu banyak tetang setup jaringan
Selamat mencoba dan semoga berhasil


