MACAM-MACAM HARDWARE KOMPUTER

| Jumat, 11 Desember 2009 | |

LAN CARD merupakan penghubung antara system computer dengan kinerja computer lain atau dapat dikatakan LAN CARD merupakan sinyal untuk saling berbagi antara computer satu dengan computer yang lain. Prinsip kerja LAN CARD adalah menerima sinyal dari computer lain kemudian mentranmisikan kedalam masukan kemudain diolah menjadi data begitu sebaliknya saling berbagi. LAN CARD dapat digunakan untuk menghubungkan system computer satu dengan computer lain melalui perantara HUB sehingga dalam area tersebut membentuk suatu jaringan computer.

LAN CARD juga dapat mengalami masalah atau trouble dikarenakan ada beberapa masalah, ciri-ciri dari LAN CARD yang mengalami troubleantara lain sebagai berikut:

  1. Lampu indicator pada LAN CARD tidak menyala pada saat konektor terpasang, Masalah ini sering terjadi disebabkan oleh Lan Card sudah error sehingga perlu diganti dengan yang lain.
  2. Tidak dapat install driver. Masalah ini dapat diatasi apabila kita telah tahu driver apa yang sesuai dengan driver bawaanya dari Lan Card tersebut. Penginstalan driver Lan Card harus sesuai dengan driver bawaanya karena apabila tidak sesuai maka Lan Card tidak akan terdeteksi oleh system PC dan Lan Card tidak dapat digunakan
  3. LAN CARD tidak terdeteksi dari menu control panel. Kasus ini dapat diatasi setelah kita menginstal driver dari Lan Card tersebut. Tanpa install driver maka Lan Card tidak akan pernah terdeteksi oleh system kerja computer.

Untuk mengatasi agar tidak terjadinya error atau gangguan pada system kerja kartu jaringan maka sebaikanya dilakukan suatu perawatan perangkat tersebut. Hal ini dimaksudkan agar perangkat kembali berjalan dengan normal seperti sedia kalanya. Untuk membersihkan perangakt kita dapat menggunakan kuas dan Vacum cleaner.


TROUBLESHOOTING HDD ( Hardisk )

Hardisk merupakan tempat menyimpan data keseluruhan secara permanent tidak sama halnya dengan RAM yang hanya menyimpan data sementara pada saat koputer masih aktif. Hardisk terdiri dari dua jenis yaitu hardisk dan hardisk eksternal. Kapasitas dari hardisk bermaca-macam dari 512 MB sampai dengan 300 GB. Satuan ukuran untuk hardisk adalah byte yaitu:

Byte = 1 byte

Nibble = 4 byte

Byte = 8 byte = 1 bite

KB = 1000 byte = 1 KB

MB = 1.000.000 byte = 1MB

GB = 1.000.000.000 byte = 1GB

Terrabte = 1.000.000.000.000 byte = 1 TB

Hardisk dapat mengalami error beberapa kasus yang ditemukan dan cara penangananya langsung yaitu:

1. Muncul pesan NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) atau (0X00000023)
Pesan ini setidaknya sudah sedikit mengerti memberikan gambaran di mana kerusakan berada, yaitu ada di partisi atau file systemnya tetapi bukan di harddisknya. Kita bisa melakukan pengecekan dengan memeriksa kabel IDE, SATA atau ATA atau bisa mengecek partisi dengan tool chkdsk.

2. Sistem tidak bekerja karena hardisk tidak terdeteksi. Masalah ini sering sekali muncul pada beberapa motherboard. Kesalahan sendiri terjadi bukan pada motherboard-nya, tetapi pada kabel data yang di gunakan. Kesalah ini biasanya muncul karena Anda menggunakan port secondary dan bukan port primary meskipun tidak menggunakannya buat CD-ROM atau drive lain. Pada beberapa sistem, motherboard tidak akan mendeteksi lantaran penggunaan kabel data semacam ini. Solusi yang bisa dilakukan adalah menggunakan port utama pada kabel IDE untuk hardisk sementar secondary untuk CD-ROM drive atau yang lain.

3. Hardisk tidak dapat diisi dengan sistem operasi dan bunyi tidak menentu. Masalah ini sering muncul pada beberapa hardisk yang mengalami error pada track nol sehingga hardisk tidak bisa diisi dengan sistem operasi dan langkah yang dapat ditempuh adalah hardisk hanya bisa diisi dengan data.

4. Hardisk tidak terdeteksi dalam menu setup BIOS. Masalah ini timbul karena salah dalam pemasangan jumper pada hardisk, untuk mengatasai maslah ini kita dapat melakukan pemasangan jumper pada posisi master.

5. Hardisk tidak terdeteksi pada saat booting dan muncul pesan “Boot Not Failure Insert System Disk and Press Enter”. Masalah ini terdapat pada kabel data yang digunakan sebaiknya ceklah kabel data yang terhubung ke hardisk, apakan tercancap dengan benar apa tidak. Apabila pesan tersebut masih muncul cobalah mengganti kabel data yang lain. Dan apabila pesan kesalahan masih muncul dimungkinkan hardisklah yang error sehingga perlu diganti dengan yang lain.

TroubleshootingFDD ( Floppy Drive )

Floppy merupakan penyimpanan media data dengan kapasitas kecil. Floppy juga berfungsi untuk media booting apabila pada saat booting computer meminta memasukkan disket start-up hal ini dimakasudkan karena computer sedang menglami kerusakan pada system booting. Beberapa kapasitas Flopy Disk antara lain:

§ Flopy Disk dengan kapasitas 320 KB, 1.2 MB dengan ukuran fisik 51/4

§ Flopy Disk dengan kapasitas 720 KB, 1,44 MB dengan ukuran fisik 31/4

Beberapa permasalahan yang langsung dapat diagnosa pada trouble shooting FDD adalah sebagai berikut:

² Sistem menampilkan directory yang tidak sesuai

Untuk mengatasi hal diatas kita dapat melakukan dengan cara merubah setup BIOS dan dipasang pada primary boot di arahkan ke floppy drive

² Sistem tidak dapat membaca dari semua drive

Hal yang dapat kita lakukan yaitu dengan mengganti dengan system yang baru

² Salah dalam format floppy drive

langkah yang dapat kita tempuh yaitu rubah setup BIOs floppy drive dengan spesifikasi yang benar

² Kerusakan pada Floppy drive / disk drive dengan keterangan disk failure dan devide Overfloul. Hal yang dapat kita lakukan untuk menanganinya yaitu bersihkan disk drive dengan FDD cleaner dan apabila rusak ganti dengan FDD yang lain

² Lampu indicator pada Floppy drive menyala terus langkah yang dapat kita lakukan cek Kabel ata pada FDD biasanya terbalik

² Lampu indicator mati atau tidak menyala dan pada saat booting muncul pesan disk failure or not detect langkah yang dapat kita lakuakan yaitu perikasa kabel data pada loppy drive.

² Kerusakan pada Controler langkah yang dapat dilakukan yaitu dengan mengganti Controller yang lain

² Kerusakan pada logic drive langkah yang dapat kita lakukan dengan mengganti yang lain

² Disk Drive Bekerja Lamban dan Berisik

Permasalahan ini terjadi disk Drive tidak bisa membaca atau menulis lagi seperti dulu sewaktu masih baru. Penyebab umum adalah debu yang menempel pada head drive. Drive sangat peka terhadap elemen seperti debu, asap, dan polutan rumah tangga lainya.

Untuk menghindari atau menangani head Drive yang kotor, pakailah sebuah disk cleaner. Teteskan cairan pembersih yang ada pada disk cleaner itu ke disket khusus yang disediakan, lalau masukkan disket tersebut ke dalam disk drive. Ketiklah perintah DIR untuk memerintahkan drive membaca disk tersebut dan akan mendapatkan pesan “Abort, Retry, Fail,” tapi dengan cara ini hard drive akan mengakses dan menggesek Disket dan cairan pemberih yang ada di disket tersebut. Tekan R (Retry) beberapa kalai untuk memastiakan head itu bersih. Biasanya dua kali putaran saja sudah bisa menghilangkan debu yang menempel pada drive. Cara diatas adalah cara pemakaian dari disk cleaner.

Kegagalan pada Floppy Drive disebabkan oleh kabel yang longgar untuk memperbaiki problem ini dapat menggunakn langkah berikut:

ð Matikan PC dan copot steaker – buka penutup kpmputer

ð Cari sambungan kabel Floppy

ð Tekan semua kabel dengan lembut untuk mengeratkan sambungan

ð Tekan pula kabel power yang ke Floppy serta pastikan kabel tersebut tidak mati

Setelah semua dilakukan hidupkan computer kembali dan cari pesan kesalah yang muncul lagi, setelah semua selesai dilakukan dan memang floppy drive yang rusak maka langkah yang tepat adalah mengganti komponen tersebut.

Cara menentukan komponen yang harus diganti

Ada 4 komponen dasar pada subsistem floppy dive:

§ Disket

§ Disk drive

§ Kabel

§ Disk drive controller

Setiap komponen tersebut dapat diuju untuk menetukan penyebab kerusakan pada drive.yang pertama harus dilakukan adalah format disket, lalu mengkopy beberpa file ke disket tertentu. Jika sewaktu memformat atau mengkopy muncul pesan error seperti “General faikure reading” atau “Data error” atau “track 0 failure” , coba ganti disket itu dengan disket lain. Mungkin masa pakai disket tersebut telah berakhir. Jika masalah ini tetap timbul walaupun disket telah diganti beberapa kali, berarti ada penyebab lain yang perlu dicari. Sebelumnya pastikan terlebih dahulu disket yang dipakai sudah tepat. Disket high-density tidak bisa di format pada drive low-density. Hal ini ada penyebabnya error.

Jika sewaktu disket diformat, drive berputar dan lampu drive menyala tapi prosses tidak selesai-selesai, kemungkinan fileFORMAT.COM rusak. Ganti dengan file FORMAT.COM tersebut dengan baik.

Jika komputer sebelumnya bisa beklerja denganbaik, tapi kini tiba-tiba saja tidak mau bekerja denganbaik lagi,laksanakan perintah berikut ini:

ð Periksa semua hubungan kabel menuju FDD

ð Jika semua hubungan kabel terpasang dengan beik, periksa terminator

pada drive A

ð Jika kabel dan terminator baik, pasang program diagnostic seperti QA

Plus, dan periksa drive tersebut

ð Jika tes floppy drive yang di jalankan Qa Plus menunjukan kegagalan

ganti semua kabel yang menghubungkan floppy drive dan jalankan

program pengetesan floppy drive kembali

ð Juka ternyata divegagal bekerja, gantifloppy drive

ð Jika masih gagal, ganti controllernya

ð Jika masih gagal, ganti power supply

ð Jika masih gagal, ganti mainboard


TROUBLESHOOTING Prossesor

Prossesor merupakan otak dari pusat pengendali komputer yang terhubung ke komponen lain sehingga dapat bekerja satu dengan lainnya. Prossesor adalah chip yang sering disebut mikroprossesor. Ukuran prossesor adalah mega hertz (MHz), yaitu hitungan kecepatan dalam mengolah data/informasi ,semakin besar MHz pada prossesor maka semakin cepat proses pengolahan dan pengaksesan data/informasi. Merk prossesor yang umum diperdagangkan adalah: INTEL, CYRIX, IBM, AMD, dll.

Jenis –jenis prossesor Pentium :

§ Prossesor Pentium I

§ Prossesor Pentium MMX

Prossesor MMX (Multi Media Exchange) merupakan pengembangan dari jenis prossesor Pentium-I. sesuai dengan namanya prossesor Pentium MMX dapat mendukung pemakaian multi media yang lebih cepat lagi.

§ Prossesor Pentium Celeron

Prossesor Pentium Celeron sudah memakai tekologi MMX. Prossesor Celeron seri

“A” adalah prossesor yang memakai chace memory 128 KB dan lebih cepat jika dibandingkan dengan Celeron yang tidak memakain seri, karena tidak memakai chace memory.

§ Prossesor Pentium-II

§ Prossesor Pentium-III

§ Prossesor Pentium-IV

§ Prosesor Pentium V atau Core2Duo

Ciri apabila prossesor yang error/rusak adalah tidak ada tampilan di layar monitor meskipun tombol power pada CPU dan monitor sudah dihidupkan.

Untuk mengindari agar tidak terjadi kerusakan pada prossesor kita dapat melakukan berbagai cara seperti memberi pasta termal pada atas prossesor dan menambahkan headsing pada atas prossesor serta menambahkan kipas jika diperlukan lagi. Hal ini dimaksudkan agar prossesor tidak terlampui panas yang dapat merusak system kerja computer tersebut. Apabila prossesor terlampui panas maka computer akan hang dan akan mati secara otomatis, dan dapat menyebabkan mikroprossesor menjadi trouble. Apabila prossesor mengalami kerusakan kita dapat mengganti dengan prossesor yang lain dan menyesuaikan dengan kondisi mainboard yang tersedia tidak harus sesuai dengan frequensi yang ditetapkan, karena slot Pentium II pada mainboard juga dapat diganti dengan prossesor dengan Pentium III begitu juga sebaliknya. Kasus yang ditemukan karena prossesor diganti dengan prossesor yang lain antara lain yaitu “system tidak bekerja ketika prossesor diganti dengan prossesor yang lain”

Masalahnya dan penangananya:

Kejadian ini sering terjadi ketika hendak melakukan upgrade atau downgrade dengan menggunakan prosesor yang memiliki front side bus yang berbeda. Misalnya ketika Pentium Anda ber-FSB 533 MHz Anda ganti dengan yang ber-FSB 400 MHz, sementara BIOS Anda masih men-setting sistem bekerja pada FSB 533 MHZ.

Agar sistem mau bekerja kembali, ada dua cara yang bisa ditempuh. Cara pertama adalah masuk ke sistem BIOS dan menganti FSB yang dipakai dari 133 MHZ manjadi 100 MHz. Ini dengan catatan kalau sistem motherboard dan prosesor masih bisa mentolerir penggunaan FSB yang jauh lebih tinggi dibanding yang dipakai.

Cara lain adalah melakukan clear CMOS. Apabila langkah ini sudah dilakukan. Masuklah ke menu BIOS Anda dan pastikan FSB yang dipakai sudah sesuai dengan FSB yang bekerja pada prosesor.

Troubleshooting VGA CARD

Vga Card merupakan penghubung jalanya keluarnya tampilan gambar ke monitor. Tanpa ada Vga Card pc tidak dapat digunakan. Kualitas dari kemampuan VGA mempengaruhi gambar yang muncul di monitor. Pada prinsipnya kerja system Vga adalah mengubah gelombang sinyal dari mainboard yang kemudian diolah di system Vga Card kemudian di transfer ke monitor sehingga keluar tampilan gambar di layar Monitor. Ada beberapa jenis Vga dari perkembangan awal hingga sekarang antara lain sebagai berikut:

1. CGA (color graphic adapter

2. EGA (echanced graphic adapter)

3. VGA (video graphic adapter)

4. SVGA (super video graphic adapter)

5. XVGA

Vga Card juga dapat mengalami trouble karena disebabkan oleh kondisi yang tidak memungkinkan dikarenakan oleh beberapa hal yaitu:

  1. Terlalu lama pemakaian sehingga perlu diganti dengan yang baru
  2. Karusakan pada soket pin
  3. Kerusakan pada jalur kebel vga ke monitor
  4. Terkena air yang menyebabkan gangguan kontak pada IC.

Komponen Vga Card dapat mengalami trouble ciri apabila kmponen ini yang error

adalah sebagai berikut:

  1. Tidak ada tampilan dilayar Monitor walaupun tombol power pada monitor dan CPU sudah dihidupkan dan kabel pada Vga Card sudah terpasang dengan benar.
  2. Ada kode Beep yang menunjukan kode kesalahan.

Untuk menangani kasus diatas dapat dilakukan cara sebagai berikut :

  1. Periksa koneksi kabel apakan terpasang dengan benar apa tidak atau mungkin kabel Vga yang ke monitorlah yang rusak sehingga perlu diganti dengan yang baik.
  2. Periksa Vga Card apakan tertancap dengan benar ke slot AGP atau tidak jika tidak pasang dengan prosedur yang sesuai dan benar.
  3. Ganti dengan Vga yang lain untuk memastikan Vga Cardlah yang rusak.
  4. Periksa Slot AGP apakah berfungsi dengan baik apa tidak.
  5. Bersihkan Vga Card dan slot AGP dengan kuas sampai bersih sehingga tidak mengurangi kinerja system tersebut.
  6. Periksa konektor pin pada Vga Card apakah masih normal apa tidak.

Setelah pengecekan dilakukan kita dapat langsung mendiagnosa kerusakan yang terjadi. Kita dapat menentukan bahwa Vga Cardlah yang rusak bukan pada perangkat lain sehingga perlu diganti dengan Vga Card yang lain. Untuk menangani kasus tersebut sebaiknya bila mengganti Vga Card kita sebaiknya penggantian komponen sesuai dengan kapsitas yang telah di berikan oleh standar mainboard agar tidak terjadi kerusakan yang lebih fatal lagi. Seperti contoh apabila kita mengganti vga lain yang spesifikasi yang lebih tinggi tanpa mengup-grade kita tidak akan berhasil karena kartu grafis yang diberikan akan berbeda dengan yang sebelumya.

Troubleshooting Mainboard/Motherboard

Mainboard merupakan komponen terbesar dalam system kerja komputer. Dalam prinsip kerjanya komputer menerima input data dan mengeluarkan output berupa tampilan dari monitor dan suara dari speaker. Apabila terjadi kerusakan pada system mainboard perlu diadakan diagnaosa awal penyebab masalah sehingga dapat diketahui masalah yang terjadi. Untuk melakukan diagnosa kita dapat melakukan hal sebagai berikut :

§ Mengecek kabel sambung power supply utama dan kabel tegangan DC

§ mengecek kabel sambungan keyboard dan mouse seta monitor

§ Mengecek konfigurasi system CMOS

§ Mengecek semua daughterboard atau card yang terpasang pada slot I/O

§ Mengecek sambungan saklar reset

§ mengecek posisi kunci keyboard

§ Mengecek semua IC yang terpasang pada mainboard

§ Cek disket boot di drive A

Setelah pengecekan dilakukan, hidupakan saklar power dan cari kesalahan post. Dari pesan tersebut dapat di Identifikasi dan kemudian dapat dilakukan perbaikan. Ketika post tidak dapat berjalan, maka masalah yang terjadi pada mainboard dan rangkaian di dalamnya. Ada beberapa langkah / cara untuk menangani apabila terjadi trouble shooting mainboard antara lain sebagai berikut:

  1. Repair or Replace

Keputusan untuk mereparasi sangat ditentukan oleh tingkat kerusakan yang terjadi pada sebuah motherboard. Sementara, langkah penggantian sangat tergantung oleh tingkat daya dukung teknologi motherboard ataupun kemampuan ekonomi masing-masing pribadi dalam membelanjakan barang-barang komputer. Masalahnya adalah bagaimana seandainya motherboard itu masih terhitung baru, sementara kita tidak mampu mendeteksi kerusakan atau menentukan jalan keluarnya ? ikutilah terlebih dulu langkah kedua sebelum memutuskan untuk membeli yang baru.

  1. Back to Basics !

§ Periksa semua konektor. Tentu saja, langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada satu konektor pun yang terlepas atau tidak tertancap dengan benar.

§ Periksa semua komponen yang melekat. Ini penting untuk memdeteksi, apakah pemasangan prosesor, RAM, VGA Card sudah benar atau belum. Juga untuk memastikan bahwa secara fisik IC-IC di dalam motherboard tidak mengalami kerusakan atau terlepas.

§ Periksa sumber listrik yang masuk melalui power suplay. Untuk memastikannya, periksa dulu suplai listrik dari jala listrik, lalu periksalah output listrik pada kabel-kabel power suplay dengan menggunakan multimeter. Pastikan bahwa output tiap kabel sudah sesuai dengan yang direkomendasikan pada buku manual.

§ Periksa, adakah barang-barang asing yang menggangu jalur motherboard. Kabel, sekrup, kotoran, juga debu bisa mempengaruhi nafas kehidupan motherboard. Gangguan semacam ini, selain membuat lalu lintas data terganggu, bila posisinya strategis bisa menimbulkan hubungan pendek atau konslet.

§ Periksa jumper-jumper, DIP switch, atau pin-pin pengatur setiap fitur dengan teliti dan benar. Pastikan bahwa kita mengacu pada buku manual dan jangan menggunakan ilmu hafalan. Setting yang salah bisa membuat motherboard tak mau hidup.

§ Periksa bagian-bagian motherboard yang melekat pada casing. Hubungan pendek akibat penguncian tanpa isolator antara casing, sekrup pengunci dengan motherboard akan membuat listrik terhenti setiap kali tombol power ditekan.

Setelah pengecekan dilakukan maka sebaiknya dilakukan perbaikan agar PC dapat di fungsikan kembali. Apabila terjadi kerusakan pada bagian Mainboard usahakan dilakukan diperbaiki dahulu dan apabila komponen tersebut sudah tidak dapat digunakan baru dilakukan penggantian komponen yang baru. Penggantian komponen harus disesuaikan dengan kapasitas yang ditentukan dan harus sesuai dengan standart yang telah diberikan.


0 komentar:

Posting Komentar